Kamis, 01 November 2012

Aku Rindu

TUHAN.
Aku rindu.
Aku merindukan dia.
Dia yang ada jauh disana.
Aku tak bisa menggapainya, TUHAN.
Dia terlalu jauh.

Aku rindu.
Aku merindukan kami.
Kisah kami yang begitu indah.
Sulit untuk aku lupakan.
Dan bahkan tak bisa aku lupakan.
Terlalu indah, TUHAN.
Dan terlalu cepat untuk berakhir.

Aku rindu.
Aku merindukan setiap detik bersamanya.
Rengkuhan tangannya.
Begitu erat saat dia merangkulku, menggenggam tanganku.
Dan begitu erat saat memelukku.
Hangat.
Tak bisa aku lupakan, TUHAN.

Aku rindu.
Aku merindukan perhatiannya.
Perhatiannya saat aku jatuh sakit.
Perhatiannya yang membuat aku semakin menyayanginya.
Perhatiannya yang membuat aku sulit melupakannya.
Tak bisa aku berhenti menyayanginya, TUHAN.

Aku rindu.
Aku merindukan setiap kata-katanya.
Kata-kata indah yang dituturkannya.
Kata-kata indah yang selalu membuat ku terbuai.
Kini hilang.
Aku rindu, TUHAN
Sangat rindu dan terlalu rindu.

Aku rindu.
Aku merindukan dia, dirinya, sifatnya, sikapnya.
Dan semua yang ada didalam dirinya.
Aku rindu, TUHAN.
Dengan apa aku mengobati rinduku?
Aku terlalu rindu, TUHAN.
Sangat merindukannya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar