Teruntuk, kau yang disana yang aku sayangi.
Aku tak pernah mengerti apa yang
membuatku begitu menyayangimu. Aku juga tak mengerti mengapa hati ini memilihmu
untuk ku sayangi, padahal begitu banyak orang yang patut aku sayangi. Namun
hatiku memilihmu, aku tak tahu bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa
aku menyayangimu. Aku berdoa kepadaNya bahwa kau senang dan kau juga
menyayangiku seperti aku menyayangimu.
Aku menyayangimu dengan seluruh
hatiku, mungkin terdengar berlebihan. Namun beginilah nyatanya, aku terlalu
menyayangimu. Meskipun aku tahu kita tak mungkin bersatu, tapi percayalah aku
adalah milikmu. Aku tak tahu apa kau akan menganggap dirimu adalah milikku.
Namun, percayalah aku akan menjagamu dengan sepenuh hatiku. Karena aku begitu
menyayangimu
Aku ingin kau
selalu ada di dekatku, berada dalam dekapanku meskipun itu terlihat sangat
mustahil dan tidak mungkin untuk terjadi. Apakah aku begitu egois untuk meminta
hal seperti itu kepadaNya? Yaaaa, aku sangat egois untuk hal seperti ini. Aku
begitu takut untuk kehilanganmu. Aku begitu lemah untuk hidup tanpamu. Tolonglah,
jangan kau pergi dariku. Karena aku hanya ingin kau, orang yang kusayangi, yang
menjadi pemilikku, untuk ada disisiku. Sampai waktu yang menentukannya.
Tertanda,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar