Dirimu bagai sebuah bunga mawar yang ada dietalase kaca..
Setiap kumelihatmu aku membayangkan dapat memilikimu, menikmati
harummu, dan memegang erat tangkaimu..
Saat duri-durimu menusuk jariku begitu dalam, durimu meninggalkan
berkas merah dan saat itulah aku tersadar..
Aku tak dapat menahan rasanya, aku tak dapat menahan sakitnya..
Begitu menyakitkan hanya dapat memandangmu dari etalase kaca tanpa bisa
menggapai dirimu..
Tapi tak apa, karna aku masih bisa menikmati keindahanmu dari luar
etalase kaca..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar